Fahrul Alam, siswa SMPN 05 Kudus, telah menggunakan kacamata sejak sekolah dasar. Dalam pemeriksaan terbaru, diketahui bahwa kacamata yang ia gunakan sudah rusak dan tidak layak pakai, dengan lensa buram, bagian penyangga hidung rusak, serta perubahan resep yang cukup signifikan (R/L: -5.00 CYL -1.50). Saat diminta memilih bingkai baru, Fahrul merasa tidak ada yang cocok dan mengaku tidak mampu membeli kacamata baru.
Ibunya yang bekerja sebagai buruh harian di pabrik rokok berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya sekolah anaknya yang lain setelah ayah Fahrul meninggal dunia. Setelah memahami kondisi tersebut, kami bersyukur dapat memberikan bantuan kacamata baru secara gratis, yang disambut dengan penuh rasa lega dan kebahagiaan.
Wayang Hayu Fatimah Zahra, seorang siswa di Sekolah Dasar Islam Al Manaar Kudus, mengikuti pemeriksaan mata yang dilakukan oleh Charity Vision Indonesia melalui program Sight Buddies. Ia datang ditemani oleh kakeknya dan menceritakan bahwa kedua orang tuanya bekerja dengan jam kerja panjang sebagai buruh pabrik. Kacamata yang ia gunakan sebelumnya sudah diperbaiki berulang kali dengan selotip dan kini tidak lagi sesuai dengan kebutuhan penglihatannya. Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa resep kacamatanya berubah cukup signifikan dari -3.50 di kedua mata menjadi -5.50 (mata kanan) dan -4.25 (mata kiri).
Pemalu namun penuh mimpi, Hayu bercita-cita menjadi seorang seniman, dengan menggambar sebagai cara favoritnya untuk mengekspresikan imajinasinya. Bagi Hayu dan keluarganya, mendapatkan pemeriksaan mata dan akses kacamata bersubsidi bukan hanya tentang penglihatan yang lebih jelas, tetapi juga membuka peluang lebih baik untuk belajar dan meraih masa depannya. Kakeknya juga menyampaikan bahwa mereka sudah lama tidak bisa memeriksakan mata Hayu karena orang tuanya selalu bekerja. Hari ini, Hayu selangkah lebih dekat untuk melihat dunia dengan lebih jelas dan meraih mimpinya.